Bukan intan permata
Bukan paras rupa
Pandangan Tuhan pada manusia
Beriman dan bertaqwa berakhlak mulia
Disisi Tuhan itu yang utama
Siapa yang berbakti dengan ketabahan
Sabar menempuh ketentuan Tuhan
Baginya syafaat dunia akhirat
Kurnia Tuhan tidak terkira
Didalam menjalani hidup didunia
Tiada lepas dari pancaroba
Kita yang diciptakan dengan kelemahan
Perlukan petunjuk panduan Tuhan
Tiada yang kuasa melainkan Dia
Mentakdir menentukan segalanya
Supaya selamat dunia akhirat
Tekun pada amal ibadah
Oh.. Tuhan yang Esa
Pada-Mu kami panjatkan doa
Moga dipeliharakan ditetapkan iman
Dunia ini penuh cabaran
Oh Tuhan yang Esa
Untuk-Mu kami tempuh segala
Pandanglah dengan rahmat-Mu
Pandangan kasih-Mu
Pimpinlah kami jalan bahagia
Selamanya
Tuesday, September 8, 2009
RENUNG2KAN AMAL2KAN..

Tanggungjawab anak - Anak perlu menjaga hati ibu dan ayah yang banyak berkorban membesarkan mereka
- Allah menjadikan manusia dengan tanggungjawab. Ketua keluarga mendidik zuriat untuk kesejahteraan di dunia dan akirat. Anak pula perlu kepada arahan orang tuanya yang tidak bercanggah dengan hukum Allah
- Jagalah kehidupan orang tua sendiri selagi hayat di kandung badan. Jasa mereka adalah hutang anak sepanjang hayat
- Sikap derhaka amat keji dan boleh merosakkan jiwa. Anak perlu matang bertindak terutama berkaitan hubungan dengan ayah dan ibu
- Redakan kesilapan sedikit ibu dan ayah, kerana sumbangan mereka membesarkan anak mengatasi segala-galanya
LUAHAN HATI SEORANG AYAH..
Hati seorang Ayah
Suatu ketika, ada seorang anak perempuan yang bertanya kepada ayahnya, Tatkala tanpa sengaja dia melihat ayahnya sedang mengusap wajahnya
Yang mulai berkerut-merut dengan badannya yang terbongkok-bongkok, Disertai suara batuk-batuknya.
Anak perempuan itu bertanya pada ayahnya
"Ayah, mengapa wajah ayah kian berkerut-merut dengan badan ayah yang kian hari kian membongkok ?"Demikian pertanyaannya, ketika ayahnya sedang berehat di beranda.
Si ayah menjawab : "Sebab aku lelaki."
Anak perempuan itu berkata sendirian : "Aku tidak mengerti".
Dengan kerut-kening kerana jawapan ayahnya membuatnya termenung rasa kebingungan.
Ayah hanya tersenyum, lalu dibelainya rambut anaknya itu,
terus menepuk-nepuk bahunya, kemudian si ayah mengatakan
"Anakku, kamu memang belum mengerti tentang lelaki."
Demikian bisik Si ayah, yang membuat anaknya itu bertambah kebingungan.
Kerana perasaan ingin tahu, kemudian si anak itu mendapatkan ibunya lalu bertanya kepada ibunya.
"Ibu, mengapa wajah Ayah jadi berkerut-merut dan badannya kian hari kian membongkok? Dan sepertinya ayah menjadi demikian tanpa ada
keluhan dan rasa sakit?"
Ibunya menjawab:
"Anakku, jika seorang lelaki yang benar-benar bertanggungjawab terhadap
keluarga itu memang akan demikian."
Hanya itu jawapan si ibu. Si anak itupun kemudian membesar dan menjadi dewasa, tetapi dia tetap juga kasih tercari-cari jawapan, mengapa wajah
ayahnya yang tampan menjadi berkerut-merut dan badannya menjadi membongkok?
Hingga pada suatu malam, dia bermimpi. Di dalam impian itu seolah-olah dia mendengar suara yang sangat lembut, namun jelas sekali. Dan kata-kata yang terdengar dengan jelas itu ternyata suatu rangkaian kalimah sebagai
jawapan rasa kebingungannya selama ini.
"Saat Ku-ciptakan lelaki, aku membuatnya sebagai pemimpin keluarga serta sebagai tiang penyangga dari bangunan keluarga, dia senantiasa akan berusaha untuk menahan setiap hujungnya, agar keluarganya merasa aman, teduh dan terlindung."
"Ku ciptakan bahunya yang kuat dan berotot untuk membanting-tulang menghidupi seluruh keluarganya dan kegagahannya harus cukup kuat
pula untuk melindungi seluruh keluarganya."
"Ku berikan kemahuan padanya agar selalu berusaha mencari sesuap nasi yang berasal dari titisan keringatnya sendiri yang halal dan bersih, agar keluarganya tidak terlantar, walaupun seringkali dia mendapat cercaan dari anak-anaknya".
"Ku berikan keperkasaan dan mental baja yang akan membuat dirinya pantang menyerah, demi keluarganya dia merelakan kulitnya tersengat
panasnya matahari, demi keluarganya dia merelakan badannya berbasah kuyup kedinginan dan kesejukan kerana tersiram hujan dan dihembus angin, dia relakan tenaga perkasanya dicurahkan demi keluarganya, dan yang selalu dia ingat, adalah disaat semua orang menanti kedatangannya dengan mengharapkan hasil dari jerih-payahnya."
"Kuberikan kesabaran, ketekunan serta kesungguhan yang akan membuat dirinya selalu berusaha merawat dan membimbing keluarganya tanpa adanya keluh kesah, walaupun disetiap perjalanan hidupnya keletihan dan kesakitan
kerapkali menyerangnya".
"Ku berikan perasaan cekal dan gigih untuk berusaha berjuang demi mencintai dan mengasihi keluarganya, didalam suasana dan situasi apapun
juga, walaupun tidaklah jarang anak-anaknya melukai perasaannya, melukai hatinya.Padahal perasaannya itu pula yang telah memberikan perlindungan rasa aman pada saat di mana anak-anaknya tertidur lelap. Serta sentuhan perasaannya itulah yang memberikan kenyamanan bila saat dia sedang menepuk-nepuk bahu anak-anaknyaagar selalu saling menyayangi dan saling mengasihi sesama saudara."
"Ku berikan kebijaksanaan dan kemampuan padanya untuk memberikan pengertian dan kesedaran terhadap anak-anaknya tentang saat kini dan saat mendatang, walaupun seringkali ditentang bahkan dikotak-katikkan oleh anak-
anaknya."
"Ku berikan kebijaksanaan dan kemampuan padanya untuk memberikan pengetahuan dan menyedarkan, bahawa isteri yang baik adalah isteri yang setia terhadap suaminya, isteri yang baik adalah isteri yang senantiasa menemani, dan bersama-sama menghadapi perjalanan hidup baik suka mahupun duka,walaupun seringkali kebijaksanaannya itu akan
menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada isteri, agar tetap berdiri, bertahan, sepadan dan saling melengkapi serta saling menyayangi."
"Ku berikan kerutan diwajahnya agar menjadi bukti, bahawa lelaki itu senantiasa berusaha sekuat daya fikirnya untuk mencari dan
menemukan cara agar keluarganya dapat hidup didalam keluarga bahagia dan badannya yang terbongkok agar dapat membuktikan, bahawa sebagai lelaki yang bertanggungjawab terhadap seluruh keluarganya, senantiasa berusaha
mencurahkan sekuat tenaga serta segenap perasaannya, kekuatannya, kesungguhannya demi kelanjutan hidup keluarganya."
"Ku berikan kepada lelaki tanggungjawab penuh sebagai pemimpin keluarga, sebagai tiang penyangga (seri/penyokong), agar dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya. Dan hanya inilah kelebihan yang dimiliki oleh lelaki, walaupun
sebenarnya tanggungjawab ini adalah amanah di dunia dan akhirat."
Terkejut si anak dari tidurnya dan segera dia berlari, berlutut dan berdoa hingga menjelang subuh. Setelah itu dia hampiri bilik ayahnya yang sedang berdoa, ketika ayahnya berdiri si anak itu menggenggam dan mencium telapak tangan ayahnya.
"Aku mendengar dan merasakan bebanmu, ayah."
p/s: Bila ayah anda masih hidup jangan sia-siakan kesempatan untuk membuat hatinya gembira. Bila ayah anda telah tiada, jangan putuskan tali
silaturahim yang telah dirintisnya dan doakanlah agar Allah selalu menjaganya dengan sebaik-baiknya. Amin
Suatu ketika, ada seorang anak perempuan yang bertanya kepada ayahnya, Tatkala tanpa sengaja dia melihat ayahnya sedang mengusap wajahnya
Yang mulai berkerut-merut dengan badannya yang terbongkok-bongkok, Disertai suara batuk-batuknya.
Anak perempuan itu bertanya pada ayahnya
"Ayah, mengapa wajah ayah kian berkerut-merut dengan badan ayah yang kian hari kian membongkok ?"Demikian pertanyaannya, ketika ayahnya sedang berehat di beranda.
Si ayah menjawab : "Sebab aku lelaki."
Anak perempuan itu berkata sendirian : "Aku tidak mengerti".
Dengan kerut-kening kerana jawapan ayahnya membuatnya termenung rasa kebingungan.
Ayah hanya tersenyum, lalu dibelainya rambut anaknya itu,
terus menepuk-nepuk bahunya, kemudian si ayah mengatakan
"Anakku, kamu memang belum mengerti tentang lelaki."
Demikian bisik Si ayah, yang membuat anaknya itu bertambah kebingungan.
Kerana perasaan ingin tahu, kemudian si anak itu mendapatkan ibunya lalu bertanya kepada ibunya.
"Ibu, mengapa wajah Ayah jadi berkerut-merut dan badannya kian hari kian membongkok? Dan sepertinya ayah menjadi demikian tanpa ada
keluhan dan rasa sakit?"
Ibunya menjawab:
"Anakku, jika seorang lelaki yang benar-benar bertanggungjawab terhadap
keluarga itu memang akan demikian."
Hanya itu jawapan si ibu. Si anak itupun kemudian membesar dan menjadi dewasa, tetapi dia tetap juga kasih tercari-cari jawapan, mengapa wajah
ayahnya yang tampan menjadi berkerut-merut dan badannya menjadi membongkok?
Hingga pada suatu malam, dia bermimpi. Di dalam impian itu seolah-olah dia mendengar suara yang sangat lembut, namun jelas sekali. Dan kata-kata yang terdengar dengan jelas itu ternyata suatu rangkaian kalimah sebagai
jawapan rasa kebingungannya selama ini.
"Saat Ku-ciptakan lelaki, aku membuatnya sebagai pemimpin keluarga serta sebagai tiang penyangga dari bangunan keluarga, dia senantiasa akan berusaha untuk menahan setiap hujungnya, agar keluarganya merasa aman, teduh dan terlindung."
"Ku ciptakan bahunya yang kuat dan berotot untuk membanting-tulang menghidupi seluruh keluarganya dan kegagahannya harus cukup kuat
pula untuk melindungi seluruh keluarganya."
"Ku berikan kemahuan padanya agar selalu berusaha mencari sesuap nasi yang berasal dari titisan keringatnya sendiri yang halal dan bersih, agar keluarganya tidak terlantar, walaupun seringkali dia mendapat cercaan dari anak-anaknya".
"Ku berikan keperkasaan dan mental baja yang akan membuat dirinya pantang menyerah, demi keluarganya dia merelakan kulitnya tersengat
panasnya matahari, demi keluarganya dia merelakan badannya berbasah kuyup kedinginan dan kesejukan kerana tersiram hujan dan dihembus angin, dia relakan tenaga perkasanya dicurahkan demi keluarganya, dan yang selalu dia ingat, adalah disaat semua orang menanti kedatangannya dengan mengharapkan hasil dari jerih-payahnya."
"Kuberikan kesabaran, ketekunan serta kesungguhan yang akan membuat dirinya selalu berusaha merawat dan membimbing keluarganya tanpa adanya keluh kesah, walaupun disetiap perjalanan hidupnya keletihan dan kesakitan
kerapkali menyerangnya".
"Ku berikan perasaan cekal dan gigih untuk berusaha berjuang demi mencintai dan mengasihi keluarganya, didalam suasana dan situasi apapun
juga, walaupun tidaklah jarang anak-anaknya melukai perasaannya, melukai hatinya.Padahal perasaannya itu pula yang telah memberikan perlindungan rasa aman pada saat di mana anak-anaknya tertidur lelap. Serta sentuhan perasaannya itulah yang memberikan kenyamanan bila saat dia sedang menepuk-nepuk bahu anak-anaknyaagar selalu saling menyayangi dan saling mengasihi sesama saudara."
"Ku berikan kebijaksanaan dan kemampuan padanya untuk memberikan pengertian dan kesedaran terhadap anak-anaknya tentang saat kini dan saat mendatang, walaupun seringkali ditentang bahkan dikotak-katikkan oleh anak-
anaknya."
"Ku berikan kebijaksanaan dan kemampuan padanya untuk memberikan pengetahuan dan menyedarkan, bahawa isteri yang baik adalah isteri yang setia terhadap suaminya, isteri yang baik adalah isteri yang senantiasa menemani, dan bersama-sama menghadapi perjalanan hidup baik suka mahupun duka,walaupun seringkali kebijaksanaannya itu akan
menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada isteri, agar tetap berdiri, bertahan, sepadan dan saling melengkapi serta saling menyayangi."
"Ku berikan kerutan diwajahnya agar menjadi bukti, bahawa lelaki itu senantiasa berusaha sekuat daya fikirnya untuk mencari dan
menemukan cara agar keluarganya dapat hidup didalam keluarga bahagia dan badannya yang terbongkok agar dapat membuktikan, bahawa sebagai lelaki yang bertanggungjawab terhadap seluruh keluarganya, senantiasa berusaha
mencurahkan sekuat tenaga serta segenap perasaannya, kekuatannya, kesungguhannya demi kelanjutan hidup keluarganya."
"Ku berikan kepada lelaki tanggungjawab penuh sebagai pemimpin keluarga, sebagai tiang penyangga (seri/penyokong), agar dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya. Dan hanya inilah kelebihan yang dimiliki oleh lelaki, walaupun
sebenarnya tanggungjawab ini adalah amanah di dunia dan akhirat."
Terkejut si anak dari tidurnya dan segera dia berlari, berlutut dan berdoa hingga menjelang subuh. Setelah itu dia hampiri bilik ayahnya yang sedang berdoa, ketika ayahnya berdiri si anak itu menggenggam dan mencium telapak tangan ayahnya.
"Aku mendengar dan merasakan bebanmu, ayah."
p/s: Bila ayah anda masih hidup jangan sia-siakan kesempatan untuk membuat hatinya gembira. Bila ayah anda telah tiada, jangan putuskan tali
silaturahim yang telah dirintisnya dan doakanlah agar Allah selalu menjaganya dengan sebaik-baiknya. Amin
Empat Perkara Kebahagiaan
Huraian :
Kehidupan yang selesa adalah suatu bentuk kehidupan yang dialu-alukan oleh Islam di mana kehidupan yang sempurna memerlukan empat elemen asas yang penting iaitu:
a) Wanita yang solehah- iaitu isteri yang baik yang dapat menguruskan keluarga dan rumahtangga dengan sempurna.
b) Rumah yang luas yang boleh memberikan keselesaan untuk bermesra dengan keluarga dan anak-anak di samping dapat melapangkan fikiran dengan baik dan tenang.
c) Jiran yang baik kerana jiran merupakan orang yang paling rapat selepas sanak saudara dan keluarga. Jiran yang baik dapat menjamin keharmonian hidup bermasyarakat sehinggakan ikatan kejiranan itu boleh bertukar seakan-akan sebuah kelurga yang kasih-mengasihi dan saling mengambil berat di antara satu sama lain.
d) Kenderaan yang selesa kerana ia memberikan kemudahan dalam segala urusan.
Antara tabiat buruk yang mengancam kebahagiaan hidup ialah berfoya-foya dengan kehidupan mewah, boros harta dan membazir ketika berbelanja. Tabiat ini sering disebut dalam al-Quran sebagai punca kehancuran beberapa umat yang terdahulu.
Renungan Diri....
:: Katakanlah:"Sesungguhnya solatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk ALLAH, TUHAN alam semesta."
Rasulullah saw bersabda:"Bila umatku melakukan 13 perkara ini,
maka malapetaka akan menimpa mereka. Yakni:
1. Bila mereka mengambil harta rampasan dengan berebutan,
2. Amanah diremehkan,
3. Zakat dianggap rugi,
4. suami taat pada isterinya,
5. derhaka pada ibunya,
6. kejam pada ayahnya,
7. mengeraskan suara di masjid,
8. memuliakan seseorang kerana takut pada kejahatannya,
9. pemimpin suatu kaum adalah orang yang paling hina,
10. orang memakai sutera,
11. minum minuman yang memabukkan,
12. menjadikan hiburan dan muzik sebagai kebanggaan serta
13. generasi terakhir mengutuk generasi yang pertama.
Rasulullah saw bersabda:"Bila umatku melakukan 13 perkara ini,
maka malapetaka akan menimpa mereka. Yakni:
1. Bila mereka mengambil harta rampasan dengan berebutan,
2. Amanah diremehkan,
3. Zakat dianggap rugi,
4. suami taat pada isterinya,
5. derhaka pada ibunya,
6. kejam pada ayahnya,
7. mengeraskan suara di masjid,
8. memuliakan seseorang kerana takut pada kejahatannya,
9. pemimpin suatu kaum adalah orang yang paling hina,
10. orang memakai sutera,
11. minum minuman yang memabukkan,
12. menjadikan hiburan dan muzik sebagai kebanggaan serta
13. generasi terakhir mengutuk generasi yang pertama.
RINDU KAT MAK..
Rindulah pada mak
Rindulah pada kenangan mak
Rindulah pada manisnya senyuman mak
Rindulah pada jemari halus yang mengusap semasa kecil
Rindulah pada tangan yang membahagiakan
Rindulah pada ketenangan wajah mak
Rindulah pada sebuah harapan seorang mak
Untuk mak,
Terima kasih dengan
Sebekas sambal goreng
Terima kasih,
Untuk sepiring sambal ikan……..
Untuk mak,
Kerinduan itu berlandaskan kasih sayang
Kerinduan itu berlandaskan perhubungan suci
Saya anak mak
Saya memang anak mak
Saya adalah anak terbaik mak
Yang mak lahirkan dari rahim mak…
Sayalah itu……………….
Dan kita semua anak mak…….
Rindulah pada kenangan mak
Rindulah pada manisnya senyuman mak
Rindulah pada jemari halus yang mengusap semasa kecil
Rindulah pada tangan yang membahagiakan
Rindulah pada ketenangan wajah mak
Rindulah pada sebuah harapan seorang mak
Untuk mak,
Terima kasih dengan
Sebekas sambal goreng
Terima kasih,
Untuk sepiring sambal ikan……..
Untuk mak,
Kerinduan itu berlandaskan kasih sayang
Kerinduan itu berlandaskan perhubungan suci
Saya anak mak
Saya memang anak mak
Saya adalah anak terbaik mak
Yang mak lahirkan dari rahim mak…
Sayalah itu……………….
Dan kita semua anak mak…….
Monday, September 7, 2009
TAKLIMAT CALON PILIHAN 8A PMR SMK TP
Thursday, September 3, 2009
Orang bijak pandai pernah berkata..
"We can’t predict what will happen, but we can prevent before it happen"
*Moral - Sometimes we expect the unexpected. We plan what we have plan and the best and perfect planner is Allah The Almighty. So we have to prepare for it. Eventhough it is tough task and we felt disappointed, just remember that all happen is because Allah care of you.
*Moral - Sometimes we expect the unexpected. We plan what we have plan and the best and perfect planner is Allah The Almighty. So we have to prepare for it. Eventhough it is tough task and we felt disappointed, just remember that all happen is because Allah care of you.
ALLAH FI QULUBINA..
::::::::*ALLAH fi QUlUbina*::::::::
Tanda mencintai ALLAH ialah mencintai AL-QURAN.
Tanda mencintai ALLAH dan AL-QURAN ialah mencintai NABI S.A.W.
Tanda mencintai NABI S.A.W ialah mencintai SUNNAH.
Tanda mencintai SUNNAH ialah mencintai AKHIRAT.
Tanda mencintai AKHIRAT ialah memarahi DUNIA.
Tanda memarahi dunia ialah tiada mengambil daripadanya selain perbekalan dan apa-apa yang memadai ke akhirat.
-SAHAL R.A
Tanda mencintai ALLAH ialah mencintai AL-QURAN.
Tanda mencintai ALLAH dan AL-QURAN ialah mencintai NABI S.A.W.
Tanda mencintai NABI S.A.W ialah mencintai SUNNAH.
Tanda mencintai SUNNAH ialah mencintai AKHIRAT.
Tanda mencintai AKHIRAT ialah memarahi DUNIA.
Tanda memarahi dunia ialah tiada mengambil daripadanya selain perbekalan dan apa-apa yang memadai ke akhirat.
-SAHAL R.A
Subscribe to:
Posts (Atom)